Kamis, 05 Mei 2011

Minyak atsiri

Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.

Para ahli biologi menganggap, minyak atsiri merupakan metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agen untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.

Ciri-ciri

Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu, susunan senyawa komponennya kuat memengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu (baunya kuat). Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang berbeda.

Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak/lipofil.

Beberapa minyak atsiri penting

Minyak atsiri biasanya dinamakan menurut sumber utamanya.

Selain itu, dikenal pula beberapa "minyak" (atau dalam bentuk salep) yang sebenarnya merupakan kombinasi antara beberapa minyak atsiri. Contohnya adalah

www.wikipedia.com

Senin, 02 Mei 2011

Pestisida

Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. dalam bahasa sehari-hari, pestisida seringkali disebut sebagai "racun".

Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa

Penggunaan pestisida tanpa mengikuti aturan yang diberikan membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, serta juga dapat merusak ekosistem. Dengan adanya pestisida ini, produksi pertanian meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik. Karena pestisida tersebut racun yang dapat saja membunuh organisme berguna bahkan nyawa pengguna juga bisa terancam bila penggunaannya tidak sesuai prosedur yang telah ditetapkan. menurut depkes riau kejadian keracunan tidak bisa di tanggulangi lagi sebab para petani sebagian besar menggunakan pestisida kimia yang sangat buruk bagi kesehatan mereka lebih memilih pestisida kimia dari pada pestisida botani (buatan) kejadian keracunan pun sangat meningkat di provinsi tersebut. Menurut data kesehatan pekan baru tahun 2007 ada 446 orang meninggal akibat keracunan pestisida setiap tahunnya dan sekitar 30% mengalami gejala keracunan saat menggunakan pestisida Karena petani kurang tau cara menggunakan pestisida secara efektif dan penggunaan pestisida secara berlebihan, dan berdasarkan hasil penilitian Ir. La Ode Arief M. Rur.SC. dari Sumatera Barat tahun 2005 mengatakan penyebab keracunan pestisida di Riau akibat kurang pengetahuan petani dalam penggunaan pestisida secara efektif dan tidak menggunakan alat pelindung diri saat pemajanan pestisida,hasilnya dari 2300 responden yang peda dasarnya para petani hanya 20% petani yang menggunakan APD (alat pelindung diri), 60% patani tidak tau cara menggunakan pestisida secara efektif dan mereka mengatakan setelah manggunakan pestisida timbul gejala pada tubuh ( mual,sakit tenggorokan, gatal - gatal, pandangan kabur, Dll.)dan sekitar 20% petani tersebut tidak tau sama sekali tentang bahaya pestisida terhadap kesehatan,begitu tutur Ir. La Ode Arief M. Rur.SC. beliau juga mengatakan semakin rendah tingkat pendidikan petani semakin besar risiko terpajan penyakit akibat pestisida. Oleh karena itu, adalah hal yang bijak jika kita melakukan usaha pencegahan sebelum pencemaran dan keracunan pestisida mengenai diri kita atau makhluk yang berguna lainnya. Usaha atau tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah :

  1. Ketahui dan pahami dengan yakin tentang kegunaan suatu pestisida. Jangan sampai salah berantas. Misalnya, herbisida jangan digunakan untuk membasmi serangga. Hasilnya, serangga yang dimaksud belum tentu mati, sedangkan tanah dan tanaman telah terlanjur tercemar.
  2. Ikuti petunjuk-petunjuk mengenai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan pabrik atau petugas penyuluh.
  3. Jangan terlalu tergesa-gesa menggunakan pestisida. Tanyakan terlebih dahulu pada penyuluh.
  4. Jangan telat memberantas hama, bila penyuluh telah menganjurkan menggunakannya.
  5. Jangan salah pakai pestisida. Lihat faktor lainnya seperti jenis hama dan kadang-kadang usia tanaman juga diperhatikan.
  6. Gunakan tempat khusus untuk pelarutan pestisida dan jangan sampai tercecer.
  7. Pahami dengan baik cara pemakaian pestisida.
source : www.wikipedia.com

Jumat, 22 April 2011

Apakah perbedaan antara amonia, amoniak dan ammonium serta ammonium hidroksida

amoniak adalah gas yang mempunyai rumus NH3
amonia adalah sebutan untuk ammonium hodroksida NH4OH
apa hubungannya amoniak dan ammonium hidroksida?amoniak adalah gas yang terlarut di dalam ammonium hodroksida. Atau dengan kata lain NH4OH adalah NH3 yang terlarut dalam H2O.
gugus ammonium adalah gugus NH4+

Bagaimana penyimpanan Natrium murni?

Tahukah anda bahwa logam Natrium harus di simpan di dalam cairan minyak tanah.
Jika logam Natrium diletakkan di dalam air, maka akan menimbulkan efek berbahaya, alias meledak.

Membuat Asam Oksalat dari Belimbing Wuluh

Tahukah anda? belimbing wuluh adalah sumber asam oksalat terbesar di bahan alam.
Cara membuatnya adalah :
1. Cari pohonnya
2. Liatin , ada buahnya enggak
3. Buahnya banyak enggak
4. KAlau banyak, petik satu kresek
5. Blender
6. Ambil cairannya
7. panaskan di kompor sampai kering cairannya
8. Kristal yang menempel di panci adalah kristal asam oksalat
9. Kumpulkan kristal asam oksalat tersebut.
10. Jika ingin digunakan sebagai bahan baku titrasi, murnikan dari pengotor asam
to be continued....

Sabtu, 09 April 2011

Jumat, 08 April 2011

Ada apa dengan teori kecepatan cahaya ?

Salah satu kesalahan besar dalam ilmu pengetahuan adalah tentang kecepatan cahaya.
Dan hal ini dibiarkan terus menerus.
Historical nya silahkan baca : http://id.wikipedia.org/wiki/Kecepatan_cahaya
setelah membaca kita telaah penjelasan di bawah ini:
Dari penelitian terakhir menyimpulkan bahwa kecepatan cahaya diukur dalam ruang hampa sebesar : 299.792.458,00 meter per detik (m/s)
Menurut saya, kecepatan cahaya adalah tak hingga dan tidak konstan walaupun di ruang hampa.
Intensitas cahaya mempengaruhi kecepatan cahaya. Sumber cahaya juga menentukan besarnya intensitas cahaya yang dihasilkan. Jarak tembus dari cahaya pun akan berbeda-beda. kecepatan cahaya akan mengalami penurunan di kondisi ruang dengan jumlah parikel hitam sedikit.

Logikanya. pada saat petir dilangit di siang hari. Kita dapat melihat cahaya petir dengan sangat cepat dan menerangkan permukaan bumi (efek kilat).
Tapi coba anda nyalakan senter di langit. Apakah kita akan menerima terangnya senter di permukaan bumi. Kecepatan cahaya mengalami penurunan di jalur sinarnya.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor:
1. Cahaya tersebut tidak sampai ke kita (tidak menerangkan permukaan bumi).
Hal ini jelas bahwa cahaya dipengaruhi oleh partikel hitam.
2. Cahaya senter intensitasnya terlalu kecil. Hal ini jelas bahwa intensitas mempengaruhi kecepatan cahaya dan kecepatan cahaya pun dipengaruhi oleh hambatan yaitu partikel cahaya dari sinar matahari.

Untuk membuktikan bahwa partikel hitam sangat mempengaruhi kecepatan cahaya adalah :
Jika kondisi di malam hari kita dapat akurat menyimpulkan bahwa senter di langitpun dapat menerangi cahaya permukaan bumi asalkan intensitas cahayanya kuat
Petir pun sama. di malam hari akan menerangi permukaan bumi.

Siang hari , hanya cahaya yang intensitasnya besar yang dapat konstan pada kecepatan tertentu.
Cahaya intensitas rendah tidak memiliki kecepatan cahaya yang sama dengan cahaya dari sumber cahaya yang intensitas nya tinggi sehingga kecepatannya akan menurun dan tidak sampai ke permukaan bumi.

Dari penelitian ini. kecepatan cahaya jelas dipengaruhi oleh partikel hitam yang terkandung di ruang penelitian.

Satu-satunya variabel yang mempengaruhi kecepatan cahaya adalah partikel hitam (black partikel). Penelitian tentang partikel hitam memang belum sepopuler penelitian lainnya.
Banyaknya partikel hitam mempengaruhi kecepatan cahaya sehingga cahaya lebih cepat sampai kepada kita.
Kesimpulan :
1. Teori kecepatan cahaya 299.792.458,00 meter per detik (m/s) adalah salah karena kecepatan cahaya tidak bersifat konstan. Kecepatan cahaya tergantung besarnya intensitas cahaya.
2. Kecepatan cahaya tidak selalu konstan. Hal ini diakibatkan adanya tabrakan partikel cahaya yang ditembakkan (cahaya dengan intensitas rendah) dengan partikel cahaya terang (partikel cahaya dengan intensitas tinggi) sehingga cahaya dengan intensitas rendah dibiaskan sehingga cahaya yang ditembakkan akan berhenti pada jarak tertentu.
3. Kecepatan cahaya maksimum akan dihasilkan bila partikel cahaya terang bertabrakan dengan partikel hitam. Partikel hitam sangat bersifat reaktif.


Ada teori baru disini:
1. setiap partikel cahaya mempunyai intensitas yang berbeda-beda, tergantung sumber cahaya. Contoh. jika kita menyalakan cumber cahaya senter di sinar terang matahari, maka akan tidak terlihat terangnya senter.
2. Partikel cahaya terang bermuatan positif dan partikel cahaya hitam bermuatan negatif menghasilkan partikel terang yang memperbesar kecepatan cahaya.
Partikel hitam bisa pula disebutkan sebagai katalis untuk memperbesar kecepatan cahaya.

Semua teori ilmu pengetahuan bersumber dari logika. semua logika menjadi teori setelah ada pembuktian. Semua pembuktian selalu dibatasi oleh keterbatasan teknologi.
Pengetahuan akan terus berkembang. Percaya itu.